Digitalisasi Layanan Umrah Buka Peluang Baru Ekonomi Syariah

Digitalisasi Layanan Umrah Buka Peluang Baru Ekonomi Syariah

Ilustrasi. Foto: dok MI.

Digitalisasi Layanan Umrah Buka Peluang Baru Ekonomi Syariah

Ade Hapsari Lestarini • 16 September 2026 22:19

Jakarta: Rantai ekonomi perjalanan ibadah Umrah mencakup berbagai sektor, mulai dari maskapai penerbangan, hotel, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perkembangan ekosistem tersebut turut membuka peluang integrasi layanan keuangan syariah dan teknologi digital.

Salah satu penjajakan dilakukan PT Bank Syariah Nasional (BSN) bersama JARDY Travel Indonesia. Keduanya mengeksplorasi pengembangan layanan yang menghubungkan kebutuhan perjalanan ibadah dengan layanan perbankan syariah.

Penjajakan tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari solusi pembayaran bagi jamaah, perencanaan finansial sebelum keberangkatan, layanan berbasis komunitas, hingga literasi keuangan syariah.

SEVP Wealth & Customer Experience BSN Sri Soekminiarni mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap layanan perjalanan ibadah terus berkembang. Menurutnya, kolaborasi antarekosistem dapat membuka ruang pengembangan layanan yang lebih terintegrasi.

"Kami menyambut baik ruang diskusi seperti ini karena kebutuhan masyarakat terus berkembang. Kolaborasi antar ekosistem dapat membuka peluang untuk menghadirkan pengalaman layanan yang semakin mudah, relevan dan memberikan nilai tambah bagi nasabah maupun jamaah, tentunya dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, tata kelola dan ketentuan yang berlaku," kata Rini, Rabu, 16 September 2026.

BSN menilai infrastruktur perbankan syariah dapat berperan dalam menghubungkan berbagai mata rantai ekonomi yang terbentuk dari aktivitas perjalanan Umrah.

Ekosistem tersebut tidak hanya mencakup layanan perjalanan dan perbankan, tetapi juga berbagai kebutuhan jamaah sebelum, selama, dan setelah menjalankan ibadah.


Ilustrasi. Foto: dok MI.
 

Digitalisasi perjalanan ibadah


JARDY Travel Indonesia menilai integrasi antara industri perjalanan, layanan keuangan syariah, dan teknologi dapat menjadi bagian dari perkembangan industri perjalanan ibadah.

Founder & Visionary JARDY Dicky Taufik Gustiawan mengatakan kebutuhan jamaah tidak berhenti pada proses keberangkatan dan kepulangan. Rangkaian kebutuhan tersebut dimulai sejak munculnya niat, perencanaan dana, persiapan perjalanan, pelaksanaan ibadah, hingga setelah kembali ke Tanah Air.

"Ketika kekuatan industri travel dapat terhubung dengan infrastruktur keuangan syariah, teknologi, dan customer experience perbankan, ada peluang untuk menciptakan pengalaman perjalanan ibadah yang semakin mudah, aman dan terintegrasi. Di situlah filosofi JARDY, 'Satu Perjalanan, Tumbuh Bersama', ingin kami implementasikan secara nyata," ungkap Dicky.

Menurut Dicky, perkembangan kebutuhan jamaah tersebut membuat digitalisasi dan integrasi layanan menjadi salah satu aspek yang dapat dikembangkan dalam ekosistem perjalanan Umrah. BSN dan JARDY Travel selanjutnya akan melanjutkan komunikasi untuk mematangkan kajian serta rencana implementasi kerja sama.

Pengembangan ekosistem tersebut mencerminkan semakin luasnya keterkaitan antara industri perjalanan ibadah dengan sektor keuangan syariah, teknologi, serta berbagai pelaku usaha yang mendukung kebutuhan jamaah.


Berita Lainnya